Wednesday, May 15, 2013

DIFUSI

Transpor Pasif
dapat berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi larutan di antara kedua sisimembrane. pada transport pasif tidak memerlukan energy metabolic. transport pasif dibedakan menjadi tiga, yaitu difusi sederhana (simple diffusion), difusi dipermudah ataudifasilitasi (facilitated diffusion) dan osmosis
a. Difusi
 Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasitinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotenis). Dengan kata lain setiapzat akan berdifusi menuruni gradien konsentrasinya. Hasil dari difusi adalah konsentrasiyang sama antara larutan tersebut dinamakan
isotonis
.Kecepatan zat berdifusi melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradienkonsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan, dan daya larut dalam lemak (lipid). Membransel kurang permeabel terhadap ion-ion (Na+, Cl±, K+) dibandingkan dengan molekul kecilyang tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama molekul kecil lebih cepat berdifusimelalui membran sel daripada molekul besar. Molekul-molekul yang bersifat hidrofobik dapat bergerak dengan mudah melalui membran daripada molekul-molekul hidrofolik.Molekul-molekul yang besar dan ion dapat bergerak melalui membran.
b. Difusi terfasilitasi
 Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membrandengan bantuan protein transpor. Protein transpor merupakan protein khusus yangmenyediakan suatu ikatan ???? sik bagi molekul yang sedang bergerak. Protein transpor jugamerentangkan membran sel sehingga menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakanmolekul. Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi.difusi terfasilitasi adalah pelaluan zat melalui membrane plasma yang melibatkan protein pembwa atau atau protein transforter. protein transforter tergolong proteintransmembran yang memiliki tempat perlekatan terhdap ion atau molekul yang akanditransfer ke dalam sel. setiap molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khsusuntuk mentransfer glukosa ke dalam sel. protein transforter untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jntung,sel-sel lemak dan sel-sel hati, Karen sel-sel tesebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energy.
c. Osmosis
 Osmosis merupakan difusi air melalui selaput
 semipermeabel
. osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya rendah menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi melalui membraneselektifpermeabel atau semi permeable. Air akan bergerak dari daerah yang mempunyaikonsentrasi larutan rendah ke daerah yang mempunyai konsentrasi larutan tinggi. Tekananosmosis dapat diukur dengan suatu alat yang disebut
osmometer
. Air akan bergerak daridaerah dengan tekanan osmosis rendah ke daerah dengan tekanan osmosis tinggi. Sel akanmengerut jika berada pada lingkungan yang mempunyai konsentrasi larutan lebih tinggi. Halini terjadi karena air akan keluar meninggalkan sel secara osmosis. Sebaliknya jika sel berada pada lingkungan yang hipotonis (konsentrasi rendah) sel akan banyak menyerap air,karena air berosmosis dari lingkungan ke dalam sel.Jika sel-sel tersebut adalah sel tumbuhan, maka akan terjadi
tekanan turgor
apabiladalam lingkungan pada lingkungan hipertonis, dapat mengalami
 plasmolisis
yaituterlepasnya sel dari dinding sel.TRANPOR MOLEKUL_MOLEKUL KECIL
2.Transpor Aktif
 Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi.Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul didalam sel. Sumber energi untuk transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat).
T ranspor aktif primer dan sekunder
 Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenistranspor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.Transpor aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran.Kebanyakan sel memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel.Sementara konsentrasi Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel. Transpor aktif sekunder dicontohkan pada asam amino dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus. Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+untuk berdifusi ke dalam sel. Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yangmemungkinkan terjadinya
 pontensial membran, sehingga asam amino dan glukosa dapatmasuk ke dalam sel.TRANPOR MOLEKUL_MOLEKUL BESAR
3 .Endositosis dan Eksositosis
a. Eksositosis
 Eksositosis dapat diartikan, keluarnya zat dari dalam sel. Vesikel dari dalam sel berisisenyawa atau sisa metabolisme. Bersama aliran plasma, vesikel tersebut akhirnya sampai pada membran dan terjadilah perlekatan. Daerah perlekatan akan mengalami lisis dan isivesikel keluar.
b. Endositosis
 Endositosis merupakan proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel. Partikel-partikeldari luar sel menempel pada membran kemudian mendesak membran sehingga terjadilahlekukan yang semakin lama semakin dalam bentuknya seperti kantung dan akhirnya menjadi bulat lalu terlepas dari membran. Bulatan tersebut berisi partikel, lalu akan dicerna olehlisosom/ enzim pencerna yang lain. Endositosis memiliki dua macam bentuk yaitu pinositosis dan fagositosis. Pinositosis merupakan proses pemasukan zat ke dalam sel yang berupa cairan. Hal ini sesuai dengan arti
 pino
sendiri yaitu minum. Sedangkan fagositosis(fago = makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel. Sesuaidengan artinya, peristiwa ini seperti sel memakan zat lain.
1)Pinositosis
 Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel sehingga terjadi lekukan. Lekukanlama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung. Kantung yang terlepas akan beradadalam sitoplasma. Kantung ini disebut
 gelembung pinositosis
. Gelembung pinositosis akanmengerut dan pecah menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadigelembung yang lebih besar.
2 )Fagositosis
 Fagositosis merupakan proses penelanan partikel-partikel makanan dan sel-sel asing,misalnya pada
 Amoeba
dan sel-sel darah putih. Makanan atau partikel lain akan menempel pada membran, lalu membran akan membentuk lekukan. Membran akan menutup danmembentuk kantung, lalu kantung melepaskan diri.
Osmosis
adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yanglebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjangmembran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatandengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutandengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zatterlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Difusia
adlah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. contoh sederhana adalah pemberian gula padancairan teh tawar. lambat laun cairan menjadi manis. contoh lain adalahuap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. difusi yang paling sering terjadi adalah difusimolekuler. difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekuldiam dari solid atau fluida.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat.Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.
Difusi dan biologi
Dalam mengambil zat-zat nutrisi yang penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan, sel melakukan berbagai jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada dua jenis difusi yang dilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus.
Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidak berpolar / berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasmayang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP[Adenosine Tri-Phosphate].Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal inidilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma denganmudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.PERBEDAAN DIFUSI DAN OSMOSISDifusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,caitatau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melalui membrane ataupun tidak. sedangkan osmosis merupakan proses perpindahanmolekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju tempatyang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membrane semipermeabel.

Dasar Teori
 Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lainadalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yanglebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjangmembran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatandengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutandengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zatterlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.Menurut Kimball (1983:28) Menyatakan bahwa, osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalu suatu selaput yang permiabol secara diferensial. Pada osmosis yang bergerak melalui membrane semipermiabel ialah air dari larutan hepotesis 9konsentrasi air tinggikekonsentrasi air rendah)kehipertonis (konsentasi air rendah ke konsentrasi at terlaruttinggi).Konsentrasi merupakan konsentrasi pelarutnya yaitu air dan bukan konsentrasi darizat yang larut (mplekul, ion) dalam air pertukaran antara suatu penamaan khusus yaitu
osmosis. Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinu yang menjadi ciri khas semuamolekul yang tidak terikat hanya tergantung pada gradient kontraksi.Menurut Campbell (1999 : 147) Disufi adalah perpindahan zat (gas, padat atau cair)tanpa melewati membrane, daridaerah yang konsetrasinya tinggi ke daerah yangkonsentrasinya rendah sehingga konsetrasi zat menjadi sama. Difusi di sebut juga suatusubstansi melintang membra biologis di sebut juga dengan transportasi aktif.Menurut Frank (1995 : 27) struktur dinding sel dan mebra sel berbeda, membranememungkinkan molekul air melintasi lebih cepat dari pada unsure terlarut, dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya memang membrane se tumbuhanmemungkinkan berlangsungnya osmosis tetapi dinding sel yang tegar ituah yangmenimbulkan tekanan dengan meningkatnya jumlah molekul di dalam sel, isi sel mulaimenekan dinding sel, tekanan ini disebut tekanan turgar. Tekanan turgar inlah yangmenyebabkan kekakuan pada bagian tanaman yang tidak berkaya seperti daun dan bunga.Menurut DWIOJOSEPUTRO (1990 : 67). Difusi adlah penyebaran yang di maksut penyebaran di sini penyebaran molekul-molekul suatu zat, dan penyebaran itu di timbulkanoleh suatu gaya yang identil dengan energi kinetis tersebut. Baik gas, maupun zat cair danzat padat, molekul-molekulnya ada kecenderungan utuk menyebar sampai terdapat suatukonsentrasi yang sama. Difusi juga akan di lakukan oleh molekul-molekul gula apabila kitamencampurkan suatu gua dengan air biasa, setelah kita beri waktu yang cukup lama, makaseluruh air akan berasa manis.Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki biologi.Dalam pengetahuan biologi, sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitaskehidupan. Selain itu, dalam organisme terdapat alat transpor yang mampu mengatur organisme lainnya. Sehingga membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid bilayer. Olehkarena itu, sel mampu melakukan transpor zat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhanagar mereka dapat mendistribusikan energi yang mereka dapatkan dari alam.Transpor zat melalui membran dibedakan atas 2 (dua), yaitu transpor zat yangmemerlukan energi (transpor aktif) dan transpor yang tidak memerlukan energi(transpor pasif). Transpor aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis.Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.Tahukah kalian lingkungan di mana sel-sel itu hidup? Lingkungan suatu selselamanya berupa cairan. Namun, hal ini tidak begitu terlihat jelas pada organisme-organisme multiseluler seperti pohon dan manusia. Sel-sel pada organisme multiseluler dikelilingi cairan yang disebut cairan ekstra sel (CES). CES memiliki komponen utama air.CES menyediakan molekul atau ion yang diperlukan suatu sel. CES juga menampung hasilatau limbah yang dihasilkan sel.Lalu, bagaimanakah cara sel memperoleh molekul atau ion? Sel akan melakukantranspor molekul. Transpor molekul dilakukan sel melalui membran sel yang bersifatselektif permiabel. Artinya, membran sel dapat dilewati molekul tertentu sesuai yangdikehendakinya. Transpor molekul pada sel terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi

Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar.
Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, di antaranya suhu dan zat yang berdifusi. Dengan naiknya suhu, energi kinetik yang dimiliki molekul suatu zat menjadi lebih tinggi sehingga pergerakan molekul zat menjadi lebih cepat.

Zat yang memiliki berat molekul kecil akan lebih cepat berdifusi dibandingkan zat dengan berat molekul besar. Oleh karena itu, zat yang paling mudah berdifusi adalah gas. Cairan relatif lebih lambat berdifusi dibandingkan dengan gas.

Tidak seluruh molekul dapat berdifusi masuk ke dalam sel. Membran sel terdiri atas molekul-molekul fosfolipid dengan pori-pori ultramikroskopik yang dapat melewatkan molekul-molekul berukuran kecil dan ion. Molekul-molekul yang dapat melewati membran sel di antaranya adalah oksigen, karbon dioksida, air, dan beberapa mineral yang larut dalam air.

Molekul berukuran sedang, seperti molekul gula dan protein, tidak dapat berdifusi melewati membran sel. Membran sel juga mampu menyediakan kemudahan biokimiawi untuk memindahkan ion-ion mineral, gula, asam-asam amino, elektron, serta metabolit lain melewati membran. Substansi-substansi dalam larutan ini melewati membran dengan cara difusi dan transpor aktif serta proses osmosis tidak spesifik. Pertukaran oksigen dan CO2  pada proses respirasi hewan merupakan salah satu contoh difusi.

Pada prinsipnya, difusi membran sel bersifat pasif. Membran sel tidak mengeluarkan energi untuk memindahkan molekul ke luar maupun ke dalam sel.
2. Osmosis
Secara luas, proses osmosis diartikan sebagai proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Secara sederhana, osmosis dapat diartikan sebagai proses difusi air sebagai pelarut, melewati sebuah membran semipermeabel. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotik . Pada sel tanaman disebut  tekanan turgor .

Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis, yaitu hipertonik,  hipotonik, dan isotonik . Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya. Dalam hal ini, larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil. Larutan isotonik, memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.

Pergerakan molekul air melalui membran semipermeabel selalu dari larutan hipotonis menuju ke larutan hipertonis sehingga perbandingan konsentrasi zat terlarut kedua larutan seimbang (isotonik). Misalnya, sebuah sel diletakkan di dalam air murni. Konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih besar (hipertonik) karena adanya garam mineral, asam-asam organik, dan berbagai zat lain yang dikandung sel. Dengan demikian, air akan terus mengalir ke dalam sel sehingga konsentrasi larutan di dalam sel dan di luar sel sama. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembang sehingga sel tersebut tidak pecah. Pada sel darah merah, peristiwa ini disebut hemolisis.

Pada sel tumbuhan, peristiwa ini dapat teratasi karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menahan sel mengembang lebih lanjut. Pada sel tumbuhan keadaan ini disebut  turgid. Keadaan sel turgid membuat tanaman kokoh dan tidak layu. Di alam, air jarang ditemukan dalam keadaan murni, air selalu mengandung garam-garam dan mineral-mineral tertentu. Dengan demikian, air aktif keluar atau masuk sel. Hal tersebut berkaitan dengan konsentrasi  zat terlarut pada sitoplasma. Pada saat air di dalam sitoplasma maksimum, sel akan mengurangi kandungan mineral garam dan zat-zat yang terdapat di dalam sitoplasma. Hal ini membuat konsentrasi zat terlarut di luar sel sama besar dibandingkan konsentrasi air di dalam sel.



Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel. Sel akan mengerut, mengalami dehidrasi, dan bahkan dapat
mati. Pada sel tumbuhan, hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis. Dengan demikian, pada saat tertentu, sel perlu meningkatkan kembali kandungan zat-zat dalam sitoplasma untuk menaikkan tekanan osmotik di dalam sel. Cara sel mempertahankan tekanan osmotiknya ini disebut  osmoregulasi (Campbell, et al ,  2006 : 83).

Demikian seterusnya, sel selalu aktif dan hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kondisi setimbang antara sel dan lingkungannya. Proses metabolisme membutuhkan air dan mineral atau garam dan berbagai zat yang terkandung dalam sitoplasma. Akibatnya, tekanan osmotik dan konsentrasi molekul-molekul lain berubah sehingga terjadi aliran difusi dan osmosis yang terus-menerus dari sel ke luar atau dari luar ke dalam sel.

3. Transpor Aktif

Perbedaan utama antara transpor aktif, osmosis, dan difusi adalah energi yang dikeluarkan sel. Pada osmosis dan difusi, sel tidak mengeluarkan energi apapun untuk memindahkan zat melewati membran sel karena zat berpindah sesuai dengan gradien konsentrasi. Dengan kata lain, difusi dan osmosis terjadi secara spontan.

Transpor aktif merupakan mekanisme pemindahan molekul atau zat tertentu melalui membran sel, berlawanan arah dengan gradien konsentrasi. Oleh karena itu, harus ada energi tambahan dari sel yang digunakan untuk membantu perpindahan tersebut.

Energi tambahan yang digunakan dalam proses transpor aktif berasal dari ATP yang dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi. Selain itu, pada membran sel terdapat lapisan protein. Salah satu jenis protein yang terdapat di membran sel tersebut adalah protein transpor. Protein transpor mengenali zat tertentu yang masuk atau keluar sel.

Zat yang dipindahkan dengan cara transpor aktif pada umumnya adalah zat yang memiliki ukuran molekul cukup besar sehingga tidak mampu melewati membran sel. Sel mengimbangi tekanan osmosis lingkungannya dengan cara menyerap atau mengeluarkan molekul-molekul tertentu. Dengan  demikian, terjadi aliran air masuk atau keluar sel. Kemampuan mengimbangi tekanan osmosis dengan transpor aktif menjadi sangat penting untuk bertahan hidup.

Pompa natrium kalium merupakan contoh transpor aktif yang banyak ditemukan pada membran sel. Perpindahan molekul ini menggunakan energi ATP untuk mengeluarkan natrium (Na+) keluar sel dan bersama dengan itu memasukkan kalium (K+) ke dalam sel. Perhatikan gambar berikut.



Ion Na+ dan K+ dengan transpor aktif dapat melewati membran sel.  (1) Ion Na+ terikat pada suatu tempat di protein membran. (2) Ion Na+ tersusun dengan formasi tertentu untuk dilepaskan ke luar sel. (3) Ion K+ dari luar diikat.(4) Hal ini m erangsang memb ran sel untuk kembali ke bentuk semula. (5) Ion K+ dilepaskan protein membran dan masuk ke dalam sel.

4. Endositosis

Endositosis merupakan mekanisme pemindahan benda dari luar ke dalam sel. Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani,  endo  artinya ke dalam dan cytos artinya sel. Membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel.

Di dalam sel, benda tersebut dilapisi oleh sebagian membran sel yang terlepas membentuk selubung. Proses makan pada Amoeba adalah contoh mudah untuk menggambarkan proses endositosis. Endositosis membran sel pada Amoeba , akan membentuk vakuola


Terdapat tiga bentuk endositosis, yaitu  fagositosis,  pinositosis, dan endositosis dengan bantuan reseptor. Proses makan pada Amoeba merupakan contoh fagositosis. Pada proses fagositosis, benda yang dimasukkan ke dalam sel berupa zat atau molekul padat. Adapun pada pinositosis berupa zat cair.

Berbeda dengan fagositosis dan pinositosis, pada endositosis dengan bantuan reseptor hanya menerima molekul yang sangat spesifik. Di dalam lekukan membran plasma terdapat reseptor protein yang akan berikatan dengan protein molekul yang akan diterima sel.
5. Eksositosis

Proses Amoeba mengeluarkan sisa-sisa makanan melalui vakuolanya adalah satu contoh eksositosis. Istilah eksositosis berasal dari bahasa Yunani, exo  artinya keluar dan  cytos artinya sel. Vakuola atau selubung membran melingkupi sisa zat makanan yang sudah dicerna. Kemudian, bergabung kembali denganmembran sel dan sisa zat makanan untuk di buang keluar sel.

Jadi, eksositosis adalah proses mengeluarkan benda dari dalam sel ke luar sel. Membran yang menyelubungi sel tersebut akan bersatu atau berfusi dengan membran sel. Cara ini adalah salah satu mekanisme yang digunakan sel-sel kelenjar untuk menyekresikan hasil metabolisme. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Sel-sel tersebut mengeluarkan enzim dari dalam sel menggunakan mekanisme eksositosis.
Proses pengeluaran sekret dapat dilakukan dengan cara eksositosis.

Pada umumnya, eksosistosis dan endositosis digunakan untuk memindahkan benda-benda yang berukuran besar. Kedua proses tersebut, saling menyeimbangkan luas permukaan plasma membran sehingga volume sel tidak harus menjadi lebih kecil dari semula.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment